<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5854502518043102072</id><updated>2011-07-08T05:15:27.195-07:00</updated><title type='text'>AjeGmroNGosAjeGMrongOs</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mrongosajeg.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5854502518043102072/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mrongosajeg.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MrOngOsAjeG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11799476007151848906</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_PoqVMonP6OE/SMV8C8BawLI/AAAAAAAAAAU/Xqn_7j9NINM/S220/sontoloyo+.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5854502518043102072.post-8221450645998059879</id><published>2009-06-07T19:01:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T20:11:57.020-07:00</updated><title type='text'>Pemikiran dan Kutipan Pidato Ir.Soekarno</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i607.photobucket.com/albums/tt151/mrongosajeg/irsoekarno1-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 560px; height: 800px;" src="http://i607.photobucket.com/albums/tt151/mrongosajeg/irsoekarno1-1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.PEMIKIRAN SOSIAL SOEKARNO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASIONALISME, ISLAMISME, DAN MARXISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NYAWA PERGERAKAN RAKYAT INDONESIA&lt;br /&gt;Spirit of Asia&lt;br /&gt;Tiga sifat: nasionalistis, islamistis, marxistis.&lt;br /&gt;Ketiga gelombang ini bisa bekerja sama-sama menjadi satu ombak topan yang tak dapat ditahan terjangnya.&lt;br /&gt;Kapal Persatuan (mempersatukan gelombang-gelombang itu) adanya, yang akan membawa kita ke Indonesia merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSOALAN SOEKARNO&lt;br /&gt;BAGAIMANA MERATAKAN JALAN MENUJU PERSATUAN DARI KETIGA GELOMBANG TADI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASIONALISME, ISLAMISME, DAN MARXISME&lt;br /&gt;Asas-asas yang dipeluk oleh pergerakan-pergerakan rakyat di Asia.&lt;br /&gt;Dia juga yang menjadi roh pergerakan-pergerakan di Indonesia (Budi Utomo, PSI, Perserikatan Minahasa, PKI, dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSOALAN DI INDONESIA&lt;br /&gt;DAPATKAH ROH-ROH INI DALAM POLITIK PENJAJAHAN BEKERJA BERSAMA-SAMA MENJADI SATU ROH YANG BESAR, ROH PERSATUAN? Roh Persatuan, yang akan membawa kita ke lapang kebesaran?&lt;br /&gt;Dapatkah islamisme itu, dalam bekerja sama dengan nasionalisme yang mementingkan bangsa, dengan materialismenya marxisme yang mengajarkan perbendaan?&lt;br /&gt;Akan berhasilkah usaha kita merapatkan Budi Utomo yang begitu sabar-halus dengan PKI yang begitu keras sepak terjangnya, begitu radikal militant terjangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASIONALISME KEBANGSAAAN&lt;br /&gt;Ernest Renan (1882):&lt;br /&gt;Paham “Bangsa” sebagai suatu nyawa atau asas akal terjadi dari dua hal:&lt;br /&gt;Rakyat itu dulunya harus bersama-sama menjalani satu riwayat.&lt;br /&gt;Rakyat itu sekarang harus mempunyai kemauan, keinginan hidup menjadi satu.&lt;br /&gt;Jadi, Bukannya jenis (ras), bukannya bahasa, bukannya agama, bukannya persamaan tubuh, bukan pula batas-batas negri yang mnjadikan “bangsa” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONSEP BANGSA &amp;amp; NASIONALISME&lt;br /&gt;Bangsa itu adalah suatu kesatuan perangai yang terjadi dari persatuan hal-ikhwal yang tlah dijalani oleh rakyat itu.&lt;br /&gt;Nasionalisme itu ialah suatu itikad; suatu keinsyafan rakyat, bahwa rakyat itu satu golongan, satu “bangsa”!&lt;br /&gt;Rasa nasionalistis itu menimbulkan suatu rasa akan percaya diri sendiri, perlu untuk mempertahankan diri di dalam perjuangn menempuh keadaan-keadaan, yang mau mengalahkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSOALAN&lt;br /&gt;Apakah nasionalisme itu dalam perjuangan-jajahan bisa bergandengan dengan islamisme yang dalam hakikatnya tiada bangsa, dan pada lahirnya dipeluk oleh bermacam-macam bangsa dan bermacam-macam ras?&lt;br /&gt;Apakah nasionalisme itu dalam politik kolonial bisa rapat diri dengan marxisme yang internasional, interasial itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN KETETAPAN HATI&lt;br /&gt;KITA MENJAWAB:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BISA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARGUMENTASI SOEKARNO&lt;br /&gt;“Sebab:&lt;br /&gt;walaupun nasionalisme itu dalam hakikatnya mengecualikan segala pihak yang tak ikut mempunyai “keinginan hidup menjadi satu” dengan rakyat itu,&lt;br /&gt;walaupun nasionalisme itu sesungguhnya mengecilkan segala golongan yang tak merasa “satu golongan, satu bangsa” dengan rakyat itu,&lt;br /&gt;walaupun kebangsaan itu dalam asasnya menolak segala perangai yang terjadi tidak “dari persatuan hal ikhwal yang telah dijalani oleh rakyat itu”, maka kita tidak boleh lupa:&lt;br /&gt;BAHWA MANUSIA-MANUSIA YANG MENJADIKAN PERGERAKAN ISLAMISME DAN PERGERAKAN MARXISME DI INDONESIA KIAT INI, DENGAN MANUSIA-MANUSIA YANG MENJALANKAN PERGERAKAN NASIONALISME ITU SEMUANYA MEMPUNYAI&lt;br /&gt;“KEINGINAN HIDUP MENJADI SATU”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHWA:&lt;br /&gt;Mereka dengan kaum nasionalis itu merasa “satu golongan, satu bangsa”&lt;br /&gt;Segala pihak dari pergerakan kita ini, baik nasionalis, islamis, maupun marxis, beratus-ratus tahun lamanya ada “pesatuan hal-ikhwal, beratus-ratus tahun lamanya sama-sama bernasib tak merdeka.&lt;br /&gt;Kita tak boleh lalai, bahwa terutama “persatuan hal”, persatuan nasib, inilah yang mnimbulkan rasa “segolongan” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAMCHAND GANDHI&lt;br /&gt;“BUAT SAJA, MAKA CINTA SAYA PADA TANAH AIR ITU, MASUKLAH DALAM CINTA PADA SEGALA MANUSIA. SAYA INI SEORANG PATRIOT, OLEH KARENA SAYA MANUSIA DAN BERCARA MANUSIA. SAYA TIDAK MENGECUALIKAN SIAPA JUGA.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI SOEKARNO&lt;br /&gt;BUKANNYA KITA MENGHARAP, YANG NASIONALIS ITU SUPAYA BERUBAH PAHAM MENJADI ISLAMIS ATAU MARXIS, BUKANNYA MAKSUD KITA MENYURUH MARXIS DAN ISLAMIS BERBALIK MENJADI NASIONALIS, TETAPI IMPIAN KITA IALAH KERUKUNAN, PERSATUAN ANTARA KETIGA GOLONGAN ITU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASIONALIS YANG SEJATI:&lt;br /&gt;CINTANYA PADA TANAH AIR BERSENDI PADA PENGETAHUAN ATAS SUSUNAN EKONOMI DUNIA DAN RIWAYAT, DAN BUKAN SEMATA-MATA TIMBUL DARI KESOMBONGAN BANGSA BELAKA, NASIONALIS YANG BUKAN CHAUVINIS, TAK BOLEH TIDAK, HARUSLAH MENOLAK SEGALA PAHAM YANTG SEMPIT BUDI ITU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASIONALISMENYA ITU BUKAN SEMATA-MATA SUATU TIRUAN DARI NASIONALISME BARAT, MELAINKAN TIMBUL DARI RASA CINTA AKAN MANUSIA DAN KEMANUSIAAN, NASIONALIS YANG MENERIMA RASA NASIONALISMENYA ITU SEBAGAI SUATU WAHYU DAN MELAKSANAKAN RASA ITU SEBAGAI SUATU BUKTI, TERHINDAR DARI SEGALA PAHAM KEKECILAN DAN KESEMPITAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA TIDAK NASIONALISME BARAT?&lt;br /&gt;NASIONALISME EROPA IALAH SUATU NASIONALISME YANG BERSIFAT SERANG MENYERANG, SUATU NASIONALISME YANG MENGEJAR KEPERLUAN SENDIRI, SUATU NASIONALISME PERDAGANGAN YANG UNTUNG ATAU RUGI, …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA TIDAK JINGO-NATIONALISM&lt;br /&gt;KARENA NASIONALISME HANYALAH DAPAT MENCAPAI APA YANG DIMAKSUDKANNYA, BILAMANA BERSENDI ATAS ASAS-ASAS YANG LEBIH SUCI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG MEMPERSATUKN NASIONALISME DG ISLAMISME?&lt;br /&gt;BAHWA PERGERAKAN NASIONALISME DAN ISLAMISME DI INDONESIA, DUA-DUANYA BERASAL DARI NAFSU MELAWAN BARAT, ATAU LEBIH TEGAS, MELAWAN KAPITALISME DAN IMPERIALISME BARAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASIONALISME ISLAM&lt;br /&gt;ORANG ISLAM, DI MANAPUN IA BERADA DI SELURUH “DARUL ISLAM” MENURUT AGAMANYA, WAJIB BEKERJA UNTUK KESELAMATAN ORANG NEGERI YANG DITEMPATINYA, BAHWA ORANG ISLAM YANG SUNGGUH-SUNGGUH MENJALANKAN KEISLAMANNYA, BAIK ORANG ARAB MAUPUN ORANG INDIA, BAIK ORANG MESIR MAUPUN ORANG MANAPUN JUGA, JIKALAU BERDIAM DI INDONESIA, WAJIB PULA BEKERJA UNTUK KESELAMATAN INDONESIA ITU. “DI MANA-MANA ORANG ISLAM BERTEMPAT, BAGAIMANAPUN JUGA JAUHNYA DARI NEGERI TEMPAT KELAHIRANNYA, DI DALAM NEGERI YANG BARU ITU IA MASIH MENJADI SATU BAGIAN DARI RAKYAT ISLAM, DARI PERSATUAN ISLAM. DI MANA-MANA ORANG ISLAM BERTEMPAT, DI SITULAH IA HARUS MENCINTAI DAN BEKERJA UNTUK KEPERLUAN NEGERI ITU DAN RAKYATNYA.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISLAMISME, KEISLAMAN&lt;br /&gt;Pergerakan Islam di Indonesia adalah bagian dari pemikiran dan gerakan Pan-Islamisme dengan dua tokoh utama:&lt;br /&gt;Sheik Mohammad Abdouh.&lt;br /&gt;Seyid Djamalaudin El Afghani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDE UTAMA PAN-ISLAMISME&lt;br /&gt;MEMBANGUNKAN RASA PERLAWANAN DI HATI SANUBARI RAKYAT-RAKYAT MUSLIM TERHADAP BAHAYA IMPERIALISME BARAT.&lt;br /&gt;MENANAMKAN KEYAKINAN BAHWA UNTUK PERLAWANAN ITU KAUM ISLAM HARUS MENGAMBILNYA TEKHNIK KEMAJUAN BARAT DAN MEMPELAJARI RAHASIA-RAHASIA KEKUASAAN BARAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKKAN ISLAM DI INDONESIA&lt;br /&gt;PERGERAKAN ISLAM DI INDONESIA TELAH IKUT MENJADI CABANG “Mu’tamur-ul ‘Alamil Islami” DI MEKKAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSELISIHAN PAHAM&lt;br /&gt;1. MAKIN MENDALAMNYA PENDIRIAN ATAS KEAGAMAAN PERGERAKAN ISLAM KARENA PENGARUH “MU’TAMUR-UL ;ALAMIL ISLAMI” MENYEBABKAN KESEGANAN KAUM MARXIS UNTUK MERAPATKAN DIRI DENGAN PERGERAKAN ISLAM DAN MAKIN MENGEMUKAKAN SIFAT INTERNASIONAL ITULAH (PAN-ISLAMIS) OLEH KAUM NASIONALIS “KOLOT” MAUPUN “MUDA”, BAIK EVOLUSIONER MAUPUN REVOLUSIONER, SSAMA BERKEYAKINAN BAHWA AGAMA ITU TIDAK BOLEH DI BAWA-BAWA KE DALAM POLITIK ADANYA.&lt;br /&gt;2. KAUM ISLAM FANATIK MENGHINA POLITIK KEBANGSAAN DARI KAUM NASIONALIS, DAN MENGHINA POLITIK KEREZEKIAN DARI KAUM MARXIS, MEREKA MEMANDANG POLITIK KEBANGSAAN ITU SEBAGAI SEMPIT, DAN MENGATAKAN POLITIK KEREZEKIAN ITU SEBAGAI KASAR.&lt;br /&gt;3.NASIONALIS-NASIONALIS DAN MARXIS-MARXIS TADI SAMA MENUDUH PADA AGAMA ISLAM, YANG NEGERI-NEGERI ISLAM ITU KINI BEGITU RUSAK KEADAANNYA, BEGITU RENDAH DERAJATNYA, H AMPIR SEMUANYA DI BAWAH PEMERINTAHAN NEGERI-NEGERI BARAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINTESA SOEKARNO&lt;br /&gt;ISLAM YANG SEJATI TIDAKLAH MENGANDUNG ASAS ANTI-NASIONALIS.&lt;br /&gt;ISLAM YANG SEJATI TIDAK BERTABIAT ANTI-SOSIALISTIS.&lt;br /&gt;KITA SAMA SEKALI TIDAK MENGATAKAN YANG ISLAM ITU SETUJU PADA MATERIALISME ATAU PERBENDAAN; SAMA SEKALI TIDAK MELUPAKAN YANG ISLAM ITU MELEBIHI BANGSA, SUPERNASIONAL. KITA HANYA MENGATAKAN BAHWA ISLAM YANG SEJATI ITU MENGANDUNG TABIAT-TABIAT YANG SOSIALISTIS DAN MENETAPKAN KEWAJIBAN-KEWAJIBANNYA YANG MENJADI KEWAJIBAN-KEWAJIBAN NASIONALIS PULA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisme islam itu tidak bersamaan dengan asas marxisme, karena sosialisme islam itu berasas spiritualisme, dan sosialismenya marxisme itu berasas materialisme; walaupun begitu maka untuk keperluan kita cukuplah agaknya jikalau kita membuktikan bahwa Islam sejati itu sosialistislah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL-HAL YANG DAPAT MEMPERSATUKAN ISLAM DENGAN MARXIS&lt;br /&gt;Paham sosialis&lt;br /&gt;Metode historis materialisme.&lt;br /&gt;Adanya musuh bersama, yaitu kapitalisme yang “makan riba”&lt;br /&gt;Zakat&lt;br /&gt;Asas “kemerdekaan, persamaan, persaudaraan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kutipan Pidato Ir.Soekarno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, Kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, Kita hadapi dengan konfrontasi militer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARHAENISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* "Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;o Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* "Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh) Kedua : Unsur kaum tani melarat Indonesia, dan Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;o Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* "Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir berjuta-juta kaum Marhaen itu, dan Yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;o Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi Besar GMNI di Kaliurang Jogjakarta, 17 Februari 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMERDEKAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet Rusia merdeka telah mempunyai Dnepprprostoff, dan yang maha besar di sungai Dneppr? Apa ia telah mempunyai radio station yang menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet-Rusia merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan-tuan yang terhormat!&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Indonesia merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan!&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, Saudara-saudara, semua siap sedia mati mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk merdeka.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dahulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Soviet-Rusia merdeka Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet-Rusia satu per satu.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Di seberang jembatan, jembatan emas inilah, baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal dan abadi.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya, sudahlah ia merdeka.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad 'Merdeka, merdeka atau mati'!&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEGARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. kita hendak mendirikan suatu Negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, “Pidato di Surabaya, 24 September 1955’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* "Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!".&lt;br /&gt;o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBANGSAAN/NASIONALISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatra, bukan kebangsaan Borneo, Sulawesi, Bali atau lain-lain, tetapi kebangsaan Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* "Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai “imagination!”&lt;br /&gt;o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* “imagination” , “ imagination” “imagination “!!! Ciptaan besar!!! Kita yang dahulu bisa menciptakan candi-candi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu yang sampai sekarang belum hancur ; kini kita telah menjadi satu bangsa yang kecil jiwanya, Saudara-saudara !! Satu bangsa yang sedang dicandra-cengkala kan didalam candra-cengkala jatuhnya Majapahit, sirna hilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang , sudah sirna sama sekali. Menjadi satu bangsa yang kecil, satu bangsa tugu “rong depa”&lt;br /&gt;o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEJAHTERAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hdup, yakni politik economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan faham Ratu Adil ialah social rechtvaardigheid. Rakyat ingin sejahtera. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan kurang pakaian, menciptakan dunia baru yang di dalmnya ada keadilan, di bawah pimpinan Ratu-Adil.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MONARKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya, menjadi Kepala Negara Indonesia, dan mangkat, meninggal dunia, jangan anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya, dengan otomatis menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. Maka oleh karena itu saya tidak mufakat kepada prinsip monarki itu.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOTONG-ROYONG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe.&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!&lt;br /&gt;o Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMANUSIAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* 'Bahwa manusia di dunia ini, Saudara-saudara, “basically” - pada dasar dan hakekatnya - adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah yang harus diperhatikan'&lt;br /&gt;o Kutipan Pidato Bung Karno di Semarang, 29 Juli 1956&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAYA LAH INDONESIAKU!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5854502518043102072-8221450645998059879?l=mrongosajeg.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mrongosajeg.blogspot.com/feeds/8221450645998059879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5854502518043102072&amp;postID=8221450645998059879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5854502518043102072/posts/default/8221450645998059879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5854502518043102072/posts/default/8221450645998059879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mrongosajeg.blogspot.com/2009/06/nya.html' title='Pemikiran dan Kutipan Pidato Ir.Soekarno'/><author><name>MrOngOsAjeG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11799476007151848906</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_PoqVMonP6OE/SMV8C8BawLI/AAAAAAAAAAU/Xqn_7j9NINM/S220/sontoloyo+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
